Menjalani kehidupan dengan penuh cinta dan apa adanya

Faktor Abiotik

Curah Hujan

Pendahuluan
Curah hujan ialah jumlah air yang jatuh pada permukaan tanah selama periode tertentu bila tidak terjadi penghilangan oleh proses evaporasi, pengaliran dan peresapan, yang diukur dalam satuan tinggi. Tinggi air hujan 1 mm berarti air hujan pada bidang seluas 1m2 berisi 1 liter atau : 100 x 100 x 0,1 = 1 liter. Unsur-unsur hujan yang harus diperhatikan dalam mempelajari curah hujan ialah: jumlah curah hujan, hari hujan dan intensitas atau kekuatan tetesan hujan. Air yang jatuh di atas permukaan tanah yang datar dianggap sama tinggi. Volume air hujan pada luas permukaan tertentu dengan mudah dapat dihitung bila tingginya dapat diketahui. Maka langkah penting dalam pengukuran hujan ditujukan
ke arah pengukuran tinggi yang representatif dari hujan yang jatuh selama jangka waktu tertentu.
WMO menganjurkan penggunaan satuan millimeter sampai ketelitian 0,2 mm. Dalam bidang klimatologi pertanian dilakukan pencatatan hujan harian (jumlah curah hujan) setiap periode 24 jam dan jumlah hari hujan. Berdasarkan pengertian klimatologi, satu hari hujan ialah periode selama 24 jam terkumpul curah hujan setinggi 0,5 mm atau lebih. Apabila kurang dari ketentuan tersebut, maka hari hujan dianggap nol meskipun curah hujan tetap diperhitungkan.
Peralatan dan Cara Pengamatan
Alat pengukur hujan secara umum dinamakan penakar hujan. Pada penempatan yang baik, jumlah air hujan yang masuk ke dalam sebuah penakar hujan merupakan nilai yang mewakili untuk daerah di sekitarnya. Kerapatan penempatan penakar di suatu daerah tidak sama, secara teori tergantung pada tipe hujan dan topografi daerah itu sendiri. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penempatan alat penakar hujan di ialah :
1. Penakar harus ditempatkan di suatu tempat yang terbuka, lintasan angin masih
horizontal.
2. Penakar hujan tidak boleh terlalu dekat dengan penghalang. Sehubungan dengan hal ini WHO telah menetapkan jarak suatu pengahalang dari penakar paling dekat ialah empat kali tinggi penghalang.
3. Kerapatan suatu penakar, hal ini penting karena suatu alat penakar hujan masih dapat dipakai untuk luasan tertentu tergantung tipe wilayahnya. Misalnya untuk wilayah datar maka kisaran luas minimum yang diwakili oleh sebuah penakar hujan berkisar 600-900 km2, sedangkan untuk daerah pegunungan satu penakar hanya dapat mewakili luasan sekitar 100 km2.
4. Tinggi mulut penakar dari permukaan tanah, semakin dekat dengan permukaan tanah, maka kecepatan angin akan semakin berkurang. Jika mulut penakar semakin tinggi maka tiupan angin akan bertambah besar sehingga jumlah air yang tertampung akan semakin sedikit. Oleh karena itu perlu adanya tetapan tinggi tertentu untuk meminimalisir pengaruh gangguan– gangguan luar seperti angin dan percikan dari permukaan tanah.
Prinsip pengukuran hujan ialah mengukur tinggi air hujan yang jatuh pada permukaan horizontal seluas mulut penakarnya. Sebagai pengindera, mulut penakar harus terpasang horizontal. Mulut penakar harus berbentuk lingkaran yang kuat dan tajam terbuat dari logam tak berkarat seperti kuningan, agarr diperoleh keseragamanarah tangkapan. Penakar tidak boleh bocor, untuk menghindari penguapan maka pemasukan air dari mulut ke dalam ruang penampung menggunakan pipa sempit. Seluruh permukaan luar alat dicat warna putih warna metalik dan sambungan dinding luar dibuat landai dengan sudut 1350, dengan tujuan untuk mengurangi pengaruh pemanasan dari radiasi matahari. Berdasarkan mekanismenya, penakar hujan dibagi dua golongan yaitu penakar hujan tipe kolektor dan penakar hujan tipe perekam (otomatis).
1. Penakar Hujan Tipe Kolektor
Penakar hujan tipe ini hanya dapat menunjukkan tinggi hujan yang terkumpul selama satu periode, tanpa diketahui perkembangan yang terjadi selama peristiwa hujan berlangsung. Umumnya dilakukan pengukuran hujan selama 24 jam yang dilaksanakan setiap pagi. 2. Penakar Hujan Observatorium
Jenis penakar ini merupakan yang umum digunakan ialah tipe Ombrometer (tipe Observatorium). Penakar ini paling banyak digunakan di stasiun klimatologi, yang terdiri dari corong (mulut penampung air hujan), yang luasnya 100 cm2 dengan garis tengah luarnya ialah 11,3 cm. Bagian dasar dari corong tersebut terdiri dari pipa sempit yang menjulur ke dalam tabung kolektor dan dilengkapi dengan kran. Air yang ditampung dalam tabung kolektor dapat diketahui bila kran dibuka kemudian air diukur dengan gelas ukur. Ada gelas ukur yang mempunyai skala khusus, yaitu langsung dapat menunjukkan jumlah curah hujan yang terjadi, tetapi apabila menggunakan gelas ukur biasa, maka setiap 10 cm3 setara dengan curah hujan sebesar 1 mm.
Gambar 9. Penakar hujan ombrometer
2. Penakar Hujan Tipe Rekaman (otomatis)
Penakar hujan tipe ini dilengkapi dengan sistem perekam data yang mengukur curah hujan secara otomatis. Jumlah hujan maupun perkembangan hujan selama satu periode dapat diketahui dari grafik. Golongan penakar hujan ini sering disebut Recording Rain Gauge atau Pluvlograf atau ombrograf. Alat ini lebih lengkap dan lebih teliti karena disamping dapat mencatat jumlah curah hujan, dapat pula diketahui jumlah hari hujan serta lamanya hujan dalam satu hari, karena pada kertas pias sudah tercantum jumlah dan waktu hujan (jam atau hari). Kertas pias diganti setiap minggu sekali.
Ada beberapa prinsip pada penakar tipe rekaman :
a. Prinsip Timbangan contohnya pada penakar type Bandix
b. Prinsip Pelampung, contohnya pada penakar type Hellman
c. Prinsip Bejana Berjungkat, contohnya pada penakar type Tipping Bucket
d. Disamping itu terdapat pula penakar hujan dan intensitas hujan berperekam data, contohnya penakar intensitas hujan type Jardi.
Modul Praktikum Klimatologi 49
Gambar 10. Ombrograf type Hattory
Perekam Dengan Prinsip Pelampung
Alat ini terdiri dari corong penampung air hujan yang dihubungkan dengan sebuah tabung yang didalamnya terdapat pelampung. Pada bagian ujung sebelah atas pelampung dilengkapi dengan pena yang dapat bergerak bila pelampung bergerak, baik naik maupun turun sesuai dengan jumlah hujan dapat diketahui. Contohnya penakar hujan type Hellman. Penakar tipe Hellman ini mempunyai kolektor yang memiliki daya tampung air sebesar 20 mm. Apabila kolektor tersebut sudah penuh, maka air akan ditumpahkan sampai habis melalui pipa pembuang dan bersamaan dengan itu pena akan turun kembali sampai pada posisi nol. Skala pada kertas pias terdiri dari nol sampai 20 mm. Cara menghitung jumlah curah hujan dalam sehari pada kertas pias ialah sebagai berikut :
CH = Curah hujan dalam sehari (24 jam)
X = Frekuensi dicapainya curah hujan setinggi 20 mm
Y = Nilai akhir yang ditunjukkan pada skala yang ada pada kertas pias.
Pada setiap penggantian kertas pias baru, maka kedudukan pena harus dikembalikan ke posisi nol dengan jalan menambahkan air ke dalam kolektor sehingga mencapai hujan 20 mm.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s